Sehat Ala Herbal

SehatHerbal hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, SehatHerbal juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact :budiprakoso98@gmail.com

Name:
Location: Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Saya budi prakoso,bekerja di Ditjen HKI. Selain itu saya berkecimpung pula dalam dunia herbal dan mempunyai akses untuk pengobatan dengan herbal

Tuesday, March 14, 2006

Pegagan yang Banyak Manfaatnya

SESEORANG yang berkunjung ke Cina biasanya membawa oleh-oleh serbuk tanaman yang dikemas dalam bentuk pil dan kapsul. Konon, tanaman tersebut memiliki khasiat sangat ampuh antara lain untuk memulihkan sistem kerja tubuh, menurunkan kolestrol dan gula darah, menstabilkan kerja hormon tubuh serta dapat mempertahankan kesehatan dan kebugaran sehingga dapat panjang umur.

Jenis tanaman itu baru terungkap ketika penulis membaca buku-buku pengobatan tradisi asal tanaman yang terbit di Amerika Serikat, antara lain "Guaranteed potency herbs: Next Generation Herbal Medicine" (Daniel B. Mowrey, Ph.D., Cormorant Books, 1998) dan "Reishi mushroom: Herbs of Potency and Medical Wonder" (Terry Williard, Ph.D., Sylvan Press, 1996). Tanaman yang dimaksud tak lain adalah gotu kola atau antanan (Sunda), gagan-gagan (Jawa), kos-tekosan (Madura), pegaga (Makasar), atau daun kaki kuda (secara umum, Indonesia) atau Centella asiatica.

Umumnya antanan berupa tanaman herba menahun, tumbuh liar pada tanah lembab, seperti sepanjang pematang atau galangan sawah, tebing tanah serta tempat-tempat lain yang basah atau lembab. Tumbuhan ini berbatang merayap, banyak menghasilkan cabang, dan membentuk rumpun.

Dulu tanaman ini selalu ditemukan di dalam rujak cuka dicampur sayuran dan umbi-umbian lain. Sekarang walau dalam jumlah terbatas antanan masih digunakan untuk lalab dengan paduan sambal oncom.

Antanan pun memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran agar tetap kuat serta jarang diserang penyakit musiman seperti flu, demam bahkan juga batuk-batuk.

Di dalam buku "Tanaman Berkhasiat Obat Indonesia" yang disusun Prof. Hembing Wijayakusumah (Pustaka Kartini, 1992), antanan atau pegagan atau ji xue cao mengandung senyawa-senyawa berhasiat obat, misalnya asiatikosida (triterpenoids), karotenoids, asam madasiatika, mesoinositol serta sederet garam-garam mineral bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sehingga tidak heran kalau tanaman ini digunakan di banyak kawasan Asia dan Afrika untuk menangkal penyakit lepra, campak, hepatitis, demam, bronhitis, radang amandel, keracunan logam berat, muntah darah, wasir, cacingan, dan sebagainya.

Bahkan di dalam buku "Obat Asli Indonesia" susunan Dr.Seno-Sastroamijoyo (1962) diuraikan, antanan memiliki khasiat paling tinggi di antara tanaman berkhasiat obat, untuk memperkuat lambung dan menambah nafsu makan, obat luka, obat batuk dan flu, obat sakit perut dan cacingan, membersihkan darah bahkan sampai obat kencing darah dan koreng. Caranya dengan langsung dimakan tanpa harus dimasak, atau dihancurkan terlebih dahulu kalau untuk mengobati luka.

Untuk membudidayakan antanan mudah saja, kita tanam pada bedengan tanah atau di dalam pot yang berisi tanah gembur, tambahkan pupuk kandang dan setiap saat harus disiram.

H. Unus Suriawiria/ Ahli bioteknologi dan agroindustri.

NB. Tersedia Pegagan dalam bentuk kapsul. Info lebih lanjut hub. budi_prakoso98@yahoo.com / 081310343598

Rumput Mutiara Mengaktifkan Sirkulasi Darah

Republika Online (Selasa, 14 September 2004)



Tubuh diatur dalam suatu sistem yang berpusat di otak. Pengaturan
organ-organ tubuh membutuhkan mekanisme jaringan saraf dan darah. Darah
mengalirkan zat-zat yang diperlukan dan dibuang oleh tubuh. Bila sirkulasi
ini terhambat, maka timbul berbagai macam penyakit, seperti radang,
memar, hingga kanker.

Dalam masyarakat tradisional ada beberapa tumbuhan yang digunakan untuk
melancarkan atau mengaktifkan sirkulasi darah. Salah satunya rumput
mutiara (Hedyotis corymbosa (L) Lamk atau Oldenlandia corymbosa L). Di
beberapa daerah tanaman ini dinamai rumput siku-siku, daun mutiara, atau
katepan.

Rumput mutiara termasuk ke dalam famili tumbuhan Rubiaceae. Dengan
menggunakan biji tumbuhan ini hidup subur di mana saja yang mendapatkan
cukup sinar matahari. Meski begitu, rumput mutiara membutuhkan cukup air
dan tanah yang terjaga kelembabannya.

Di Cina rumput ini pun dikenal sebagai tanaman yang memiliki rasa
manis, sedikit pahit, lembut, dan agak dingin. Dalam farmakologi Cina yang
ditulis dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari, rumput mutiara
berkhasiat menghilangkan panas, antiradang, diuretik, menyembuhkan bisul,
menghilangkan panas dan racun, dan juga mengaktifkan sirkulasi darah.

Disebutkan dalam buku tersebut, khasiat tanaman ini diperoleh dari
seluruh bagian rumput, baik dalam keadaan segar maupun dikeringkan.
Kandungan yang terdapat dalam tanaman tersebut antara lain hentriacontane,
stigmasterol, ursolic acid, betha-sitosterol, sitisterol-D-glucoside,
p-coumaric acid, flavonoid glycosides, dan oleanic acid.

Penyakit yang dapat diatasi dengan rumput mutiara adalah radang usus
buntu dan radang selaput perut ringan, sumbatan saluran sperma, kanker
limpa, kanker lambung, kanker serviks, kanker payudara, kanker
nasofaring, rektum, fibrosarcoma, tonsilitis, pharingitis, bronchitis, pnemonia,
gondongan, radang panggul, infeksi saluran kemih, memar, digigit ular,
patah tulang, dan terkilir.

Untuk mengatasi radang dan penyakit dalam lainnya rumput mutiara, dalam
keadaan segar atau kering, direbus dan airnya diminum. Kadang-kadang
rumput mutiara ini dicampur bahan lain. Sementara itu, untuk pengobatan
luar seperti pada memar, digigit ular, tersiram air panas, atau
terkilir, rumput mutiara digunakan dalam keadaan segar. Rumput itu dilumatkan
hingga halus, lalu dibubuhkan ke tempat yang sakit.

NB. Tersedia rumput mutiara dalam bentuk kapsul, info lebih lanjut hub: budi_prakoso98@yahoo.com / 081310343598

( wed )

Kumis Kucing & Seledri Musuh Besar Hipertensi

Kumis Kucing, Bisa Menjaga Hipertensi Anda

Seledri dan kumis kucing telah terbukti secara klinis efektif mengobati hipertensi (darah tinggi). Bahkan obat fitofarmaka yang berasal seledri dan kumis kucing sama efektifnya dengan Almodipin, obat yang diresepkan dokter untuk pasien hipertensi.

Uji klinis yang dilakukan para dokter ahli di 13 multicenter (di rumah sakit) di sembilan kota besar menunjukkan obat dari seledri dan kumis kucing sama efektifnya dengan Amlodipin (obat hipertensi di rumah sakit).

Gaya hidup modern telah membuat hipertensi menjadi masalah besar. Di Indonesia saja prevalensi hipertensi cukup tinggi 7% sampai 22%. Bahkan berdasarkan hasil penelitian, penderita hipertensi akan berujung pada penyakit jantung 75%, stroke 15%, dan gagal ginjal 10%.

Sayangnya, daya beli masyarakat melemah sejak krisis moneter 1997. Obat impor yang tersedia dan harganya mahal akan memberatkan masyarakat. Tetapi, ternyata obat tradisional yang telah turun-temurun terbukti ampuh untuk mengobati hipertensi adalah seledri (Apium graviolens L) dan kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth).

Dr dr Siti Fadilah Supari,SpJP dari Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, banyak masyarakat Indonesia mengobati hipertensi secara tradisional dengan seledri dan kumis kucing. Ternyata pada uji klinis fase dua, fitofarmaka telah terbukti menurunkan tekanan darah binatang uji coba kucing dan manusia sehat. Termasuk pada 16 orang laki-laki penderita hipertensi.

Pakar dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita ini menambahkan, seledri dan kumis kucing mengandung senyawa aktif yang menurunkan tekanan darah. Seledri mempunyai efek calcium antagonis dan kumis kucing mempunyai efek beta blocker di samping mempunyai efek diuretic yang dominan menurunkan tekanan darah tinggi.



Hiprtensi Banyak Menyerang Orang Tua

Uji klinis bukan hanya di RS Harapan Kita, tetapi juga dilakukan di 12 rumah sakit lainnya seperti RS Jantung Harapan Kita, RSPAD Gatot Subroto, RS Pertamina, RSUP Cipto Mangunkusumo, RS Adam Malik, RSUP M Djamil, RS Wahidin Sudiro, RS Sanglah, RS Sanglah, RSUD Soetomo, RS Karyadi, RS Pupuk Kaltim, RS Hasan Sadikin dan RS Sardjito.

Uji klinis yang tersebar di 10 kota besar itu meliputi 282 pasien pria dan wanita berusia 25-75 tahun yang menderita hipertensi tingkat I dan II.

Sementara itu, subjek uji klinis dibagi dua kelompok. Pertama, pasien yang diberi obat Amlodipin 1 x 5mg per hari. Sedangkan kelompok kedua, pasien mendapat obat fitofarmaka yang terbuat dari seledri dan kumis kucing (Tensigard) 3 x 1 kapsul per hari.

Penelitian itu dilakukan dengan rancangan Ramdomized Triple Blind Control Study dengan lama 12 minggu. Selama penelitian dilakukan anamnesis pemeriksaan klinis oleh dokter dan perawat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik masing-masing kelompok turun secara bertahap dari 153,26 +- 10,87 mmHg menjadi 131,72 +-13,63 mmHG yang diberi obat seledri dan kumis kucing. Jadi siapa bilang, tanaman tradisional tidak ada gunanya? (sumber : Rileks.com)

Sunday, March 12, 2006

Herbal penyubur kandungan

Berikut kirimkan pengalaman dari Ibu Lukas Pengasuh Tersono Herba Mandiri dalam mengkonsumsi obat penyubur alami :

1. selama 1 bulan mengkonsumsi simplisia baru cina (20 gr diseduh dengan 500 cc air sisakan 250 cc dan minum 2 x pagi dan sore atau kapsul barucina 3x3 Kaps/hari) sebagai penyubur alami dan memperbaiki sikus haidnya secara teratur
2. Disaat yang sama Ibu Lukas juga mengkonsumsi daun sendok 3x1 Kaps/hari serta Tapak Liman 3x1 Kaps/hari ini berguna sebagai multivitamin dan supplemen protein yang baik untuk kandungan serta memperbaiki fungsi ginjal .
3. setelah sebulan dilakukan jedah 5 hari tidak minum obat sama sekali dan dilanjutkan lagi 15 hari minum obat herbal yang sama seperti yang diatas.
4. kemudian pada saat hari pertama haid tambahkan konsumsi herbal umbi daun dewa 3x1 Kaps/hari (ini berfungsi untuk mempercepat pematangan sel telur) lakukan konsumsi ini sampai sepuluh hari setelah mens berakhir (saat masa subur) kemudian silahkan Ibu berhubungan dan konsumsi obat dihentikan sama sekali dahulu dan jika mulai haid lagi lakukan lagi cara serupa. (catatan : pada saat minum umbi daun dewa biasanya mens sangat banyak untuk itu perlu persiapkan "segala sesuatunya" khususnya jika Ibu bekerja atau sering bepergian)
5. Pengalaman Ibu Lukas kehamilan terjadi antara bulan ke 7 setelah melakukan terapi seperti diatas.
6. Setelah terjadi kehamilan tidak boleh mengkonsumsi produk herbal sama sekali.

Demikian Ibu sharing dari Ibu Lukas yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. (Nugroho)

Herbal untuk Kanker

Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "keladi tikus" (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.


Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 sentimeter ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung."Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.


Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.


Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di
Pekalongan,Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red)untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu)karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.


Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus
berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker."Saat itu juga saya langsung terba! ng ke Malaysia untuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.


"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut.
Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak Jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia," kenang Patoppoi sambil tersenyum.


Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat
Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman ters! ebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.


Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa
tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar
tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi.


Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan.Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya
mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan
tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang
mendampingi ayahnya saat itu. Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya.

Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang.
"Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani
pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta," kata Patoppoi.


Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan
pada isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah
memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.


Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter
pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya.
Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping
kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya
tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.


Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan
keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak
terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr.Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.


Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai
meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,
Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo. Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini.


Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena
belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.


Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi
berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia. Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker.


Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan
perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi,
Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer
Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care,
yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di
Buduran, Sidoarjo.



Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut
secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni.


Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang
menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax
ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami
fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
obatnya, dengan harga langsung dari


Malaysia, sekitar 40-60 Ringgit Malaysia," lanjut Boni. "Jadi pasien
hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran." tambahnya.


Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah
satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat
sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien
pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan
keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah
memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien
tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu
muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter
ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk
membantu proses penyembuhan kemoterapi.


Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami
penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut.


Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan
bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya, yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut.


"Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus,
dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul
resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.


Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan
kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak
mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat
kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.


Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah
disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan
hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. (sumber : ixoranetwork)


Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut bisa memperoleh
Kapsul Keladi Tikus dengan Harga terjangkau, disamping itu produk
Kapsul pengobatan Kanker dalam bentuk Extract dan campuran yang
seimbang seperti SELFIT yang didalamnya mengandung bahan extract Keladi Tikus juga disediakan dengan harga terjangkau, bisa contact via email : budi_prakoso98@yahoo.com

Herbal untuk Wasir

Daun wungu sudah lama dikenal untuk mengobati wasir atau ambeien. Namun, tak cuma itu khasiat yang dimiliki.

Senyawa flavonoid dalam daun wungu mampu mengurangi pembengkakan atau peradangan.
Daun wungu atau yang disebut juga daun ungu (Graptophyllum pictum [L.]Griff.) sering ditemukan tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Asalnya dari Papua dan Polynesia.

Daun ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.250 dpl (di atas permukaan laut). Tumbuh baik pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari, dengan iklim kering atau lembab.

Ciri menonjol tanaman yang juga sering disebut sebagai daun temen-temen ini adalah permukaan daun berwarna ungu mengkilap dan berbau kurang sedap. Daunnya berbentuk bulat telur dengan pangkal dan ujung daun meruncing, sedangkan tulang daun menyirip.

Bentuk tanamannya adalah pohon kecil atau perdu. Tanaman perdu ini bisa tumbuh dengan ketinggian antara 1,5 sampai 3 meter. Cabang dan ranting memenuhi batang tanaman ini.

Terdapat tiga jenis varietas tanaman daun wungu. Varietas itu adalah daun berwarna ungu, daun berwarna hijau, dan daun belang-belang putih. Namun, yang sering digunakan sebagai obat adalah varietas yang berdaun ungu.

Pengembangbiakan tanaman yang oleh orang Madura disebut sebagai daun karotong ini bisa dilakukan dengan biji atau stek batang. Meski demikian, perkembangbiakan yang baik adalah dengan stek batang.
Cara memeliharanya cukup mudah, yaitu cukup disiram dan dijaga kelembaban tanahnya. Jangan lupa pula untuk memberi pupuk dasar.

Meluruhkan Air Seni
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah bagian daun, kulit batang, dan bunga. Daunnya mengandung flavonoid, alkaloid nontoksik, glikosid, steroid, saponin, tanin, dan lendir.

Batangnya mengandung kalsium oksalat, asam forlat, dan lemak. Kandungan zat tersebut mengakibatkan tanaman ini bersifat diuretik atau meluruhkan kencing, mempercepat pemasakan bisul, mempunyai pencahar yang memperlancar buang air besar (mild laxative), dan melembutkan kulit (emolien).

Sifat pencahar pada daun ini hanya bersifat ringan, artinya menjadikan tinja lunak tapi tidak sampai diare. Ini disebabkan persentase kandungan lendir mencapai 35 persen. Kandungan serat ini mampu membantu mengatasi dan mencegah penyakit wasir dan sembelit.

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit wasir. Ada faktor kehamilan, keturunan, dan kegemukan.
Hanya saja, faktor yang paling jelas menyebabkan wasir adalah tinja terlampau keras sehingga menekan dubur dan menggelembungkan pembuluh darah di dubur. Faktor ini bisa dicegah dan diobati dengan minum ramuan daun wungu.

Kurangi Nyeri
Senyawa flavonoid dalam daun wungu bersifat antinflamasi, sehingga mampu mengurangi pembengkakan atau peradangan yang disebabkan oleh wasir. Sempat diceritakan juga oleh beberapa orang bahwa daun wungu mampu mengobati penyakit wasir yang amat parah alias keluar darah waktu buang air besar. Untuk memperoleh hasil maksimal, penderita wasir harus meminum rebusan daun wungu secara teratur, sehari satu gelas.

Rasa nyeri dan perdarahan juga bisa dikurangi dengan rebusan daun ini. Namun, untuk melancarkan datang bulan, khasiat tanaman ini terdapat pada bunganya.

Zat antinflamasi atau antiperadangan pada tanaman ini bisa juga digunakan untuk menyembuhkan bengkak dan bisul. Demikian juga untuk bengkak karena benturan dan bisul di payudara.

Penelitian di Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya pada tahun 1980 berhasil membuktikan bahwa daun wungu berkhasiat mengatasi penyakit panas dalam. Kabar baik juga untuk penderita varises karena ramuan daun wungu dapat membantu menghilangkan varises yang cukup mengganggu penampilan.

Bahkan dari penelitian Dr. Sardjono Oerip Santoso dan Dr. Sugiarto, seperti yang termuat dalam Majalah Trubus no.361 edisi Desember 1999, dinyatakan bahwa rebusan daun wungu bisa menghilangkan rasa nyeri dan perdarahan, baik yang dirasakan di dalam atau di luar tubuh. @ Suharso Rahman (Sumber Majalah Senior Jumat, 21 Mei 2004)

Kapsul Daun Ungu bisa dipesan : budi_prakoso98@yahoo.com

Pengobatan herbal

KAPSUL TANAMAN OBAT DAN PENGGUNAANNYA

1.BROTOWALI (Tinospora crispa (L)Miers) anti neoplastik ,Diabetes Mellitus,demam , rematik, badan gatal-gatal. Uji pra klinis anti kanker Komposisi: Tinospora crispa (L)Miers Herba 100 % Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

2.BIDARA UPAS ( Merremia mammosa(Lour.)Hall.f) radang usus buntu,typus,muntah darah, kencing manis,kanker,kusta,batuk rejan,kencing batu,syphilis,luka di kulit,buang air besar darah dan lender.Komposisi: Merremia mammosa(Lour.)Hall.f folium 100 % Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

3.AKAR AYAM (Selaginella doederlinii Hieron ) kanker (rahim, nasopharyng ,paru, chorioepithelioma, choriocarcinoma), infeksi sal. Napas ( batuk, radang paru, radang amandel,serak,bronchitis),jari tangan bengkak, hepatitis, sirosis, menghentikan pendarahan, pembersih darah, penurun panas (anti piretik) Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.Komposisi: Selaginella doederlinii Hieron folium 100 %

4.CIPLUKAN ( Physallis peruviana ) influenza, sakit tenggorok ,bronchitis, gondongan, pembengkakan buah pelir, bisul, borok, DM, Ayan, pembengkakan prostate .Uji pra klinis anti tumor dan leukemia 5 x lebih kuat dari Tapak Dara.Komposisi: Physallis peruviana folium 100 %. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

5.DAUN DEWA ( Gynura segetum(Lour.)Merr.)menghentikan pendarahan,menghilangkan panas,anti karsinogen, diuretic,anti koagulan,stimulasi sirkulasi darah,membersihkan racun,bengkak payudara, tidak datang haid, digigit binatang berbisa, anti mutagenitas. Umbi:menghilangkan bekuan darah,pembengkakan, pendarahan,anti kanker uji pra klinis dari Sugianto(1997) dan fak.Farmasi Unair(1997),uji keamanan ,tergolong practically non toxic Komposisi: Gynura segetum folium 100 %. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

6.DAUN SENDOK ( Plantago mayor ) anti radang, diuretic, peluruh dahak (mukolitik), menghentikan batuk (antitusiv), antiseptic (glikosid aukubin),Vit B1,C,A dan Kalium ,aprodisiak, memperbaiki penglihatan penderita DM, hepatoprotektor dan menormalkan fungsi hati.Keputihan,desentri basil air, gangguan sal.kemih,DM,sakit kuning,nyeri urat / otot , batu empedu.Komposisi: Plantago mayor folium 100 %.Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.


7.DAUN UNGU ( Graptophyllum pictum (L.)Griff )diuretic,mempercepat pemasakan bisul,pencahar ringan ,pelembut kulit kaki,wasir,melancarkan haid,sembelit ringan .Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

8.GANDARUSA ( Justicia gendarussa Burm.F )melancarkan peredarandarah,antirheumatik. Di India : penurun panas, merangsang mutah, sakit kepala,kelumpuhan otot wajah,eksem,sakit mata dan telinga Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

9.JOMBANG (Taraxacum mongolicum Hand-Mazz)menambah nafsu makan,diuretic, menghilangkan panas, penguat lambung, melancarkan ASI, antiDM, hepatoprotektor untuk penyakit liver kronis. Radang payudara,radang kandung empedu (3x2),sakit maag kronis,tumor di sistim pencernaan(esophagus,lambung,usus,hati,pancreas) , kanker payudara/paru/cervix uteri dan gusi.Uji klinis efek diuretic dapat mendorong batu sal.kemih. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

10.KUNIR PUTIH (Curcuma alba L./C .mangga )menghentikan pendarahan,anti inflamasi,,menambah nafsu makan,anti neoplastik (merusak pembentukan ribozom pada sel kanker).Sakit maag,nyeri lambung, mengecilkan rahim, mencegah keriput di kulit(pengalaman) Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

11.KELADI TIKUS (Thyponium flagelliforme (Lodd) BL)menghancurkan/menghambat sel kanker , menghilangkan efek buruk khemoterapi , anti virus dan anti bakteri .Uji klinis Prof Christ K H Teo Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

12.KOMFREY( Simphytum officinale L. )Tekanan Darah Tinggi/Rendah,Kolestrol,Hb rendah,DM.Info lain : ambeien, kemandulan pada wanita, pneumonia, asma, gang.empedu, rematik,diare. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

13.KUNYIT PUTIH ( Kaempferia rotunda L.)anti inflamasi,astringen.Panas dalam,buang air besar banyak,nyeri perut,peluruh kentut,nafsu makan kurang. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

14.KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus BL Miq )Infeksi sal. Kencing,anti inflamasi,anyang-anyangan, kencing batu,penurun panas dan masuk angin ( teh ) ,asam urat ( dengan Meniran 1:1 ) Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

15.MAHKOTA DEWA ( Phaleria macrocarpa ) Meningkatkan Stamina, Membantu mengfatasi beberapa penyakit saluran pernapasan, seperti Asthma, TBC dan membantu memperkuat khaiat produk tanaman obat lainnya Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

16.MIMBA ( Azadirachta indica Juss )Merangsang kelenjar,anti DM,anti diare,penurun panas,penyakit kulit (scabies), malaria, masuk angina,eksim,ketombe,kanker lever,jerawatan.Uji klinis efektif untuk scabies kulit. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

17.MENIRAN ( Phyllantuhus urinaria Linn )peluruh kencing,menghambat pembentikan kristal oksalat,penurun panas, anti hepatotoxic,anti bakteri E coli,Stapiloccocus aureis,basillus subtilis.Infeksi hepatitis B,Immunostimulan, menurunkan dan menghilangkan HbsAg sampai 55-60% pada penderita Hepatitis B.Uji klinis imunostimulan, menurunkan HbsAg , antihepatotoksik, immunomodulato (Suprapto Maat 1997) Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

18.PEGAGAN ( Centella asiatica ) Luka kulit,infeksi batu sal.kencing,susah kencing,pembengkakan hati,campak, bisul, batuk darah, mimisan, demam, radang amandel, radang tenggorok, bronchitis, darah tinggi, wasir, keracunan arsenic, cacingan, sakit perut, menambah nafsu makan, lepra, ayan, revitalisasi sel (luka bakar,luka,borok,keloid bekas luka hipertropi), kesuburan wanita,wajah berseri.Uji klinis efektif untuk luka,Uji praklinis efek diuretic,antibakteri,anti tumor Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

19.PATIKAN KEBO ( Euphorbia hirta L. )Asma ,Radang ginjal,radang tenggorok,typhus abdominalis,bronchitis kronis, melacarkan kencing,radang kelenjar susu,abses paru dan payudara. disentri. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

20.RUMPUT MUTIARA ( Hedyotis corymbosa (L.) Lamk )Menghilangkan panas,anti radang,diuretic,bisulan,sirkulasi darah. Radang usus buntu, sumbatan saluran sperma, kanker, tonsillitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan, hepatitis,radang panggul,infeksi sal.kemih Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.


21.AKAR PULUTAN ( Urena lobata L. )Penurun panas,anti radang.anti rematik .Gondok ,nyeri perut,demam rematik, Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

22.AKAR SIDAGURI ( Sida rhombifolia L. )asam urat tinggi,asma,sakit gigi dan perut mulas Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

23.SAMBUNG NYAWA ( Gynura procumbens Back )tekanan darah tinggi,radang pita tenggorok, sinusitis, tumor, DM, lever,ambeien,kolesterol,maag,kena bisa ulat atau semut. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

24.SAMBILOTO ( Andrographis paniculata (Burm F.)Nees )menurunkan panas,antibiotic anti piretik anti radang, anti bengkak, anti diare, hepatoprotektif, merusak seltrophocyt dan tropoblast, kondensasi sel tumor, menghancurkan inti sel, infeksi, merangsang phagocytosis (imunostimulan) ,anti bakteri, analgetik meningkatkan kekebalan tubuh seluler dan mengaktifkan kelenjar tubuh.anti HIV(Andro Vir) US. Penyakit: typhus abdominalis, desentri /diare,flu,sakit kepala,radang paru / napas,TBC paru,batuk rejan,darah tinggi,infeksi mulut , tonsillitis,pharyngitis,infeksi telinga tengah, DM,kencing nanah(GO)nafsu makan,demam, kanker,hepatoprotektor,asam urat ,kolestrol.Uji klinis efektif untuk anti HIV, anti kanker, uji pra klinis hepatoprotekto, antiinflamasi, imunomodulator, kardiofaskuler. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

25.TEMULAWAK ( Curcuma xanthorhiza Roxb ) anti sembelit, anti inflamasi, anti hepatotoksik, tonikum, acne vulgaris (jerawat). Maag, kurang ASI, limpa, asma, cacar air, sariawan, hepatitis, kandung empedu (bukan sal.nya tersumbat), nyeri sendi dan tulang.Uji klinis efektif sebagai hepaoprotektor Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

26.TAPAK LIMAN ( Elephantophus scaber L. )anti biotic,penurun panas,anti radang,menetralkan racun.Hepatitis,beri-beri, perut kembung, influenza, demam, radang amandel, radang tenggorok,radang mata,diare,batuk seratus hari(pertusis), radang ginjal akut/kronis, kurang darah, keputiham, radang rahim, pasca melahirkan, pelembut kaki, peluruh haid, pembersih darah,sakit pinggang pada pria,aprodisiak. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

27.TEMU PUTIH ( Curcuma zedoaria (Berg) Roscoe )anti inflamasi,hemostatik,,melancarkan sirkulasi darah, menghancurkan bekuan darah,,anti neoplastik. Untuk penyakit diatas telah dilakukan Uji pra klinis dan klinis


28.TAPAK DARA ( Catharanthus roseus (L.)G.Don )anti kanker:limpa,leukemia,limfosarkoma), hipertensi, DM, menghentikan pendarahan karena penurunan jumlah trombocyt.Uji pra klinis kekebalan tubuh dan anti kanker Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

29.TEMPUYUNG ( Sonchus arvensis L. )Menghilangkan panas dan racun,diuretic,penghancur batu sal.kemih dan batu empedu(batu kalsium). Mastitis,bisul,kandung kencing dan empedu berbatu,darah tinggi.Uji pra klinis efek diuretikum. Dosis Pencegahan 2x1 Caps/hari Dosis Pengobatan 3x2 Caps/hari.

Informasi lebih lanjut & Pemesanan : budi_prakoso98@yahoo.com/ 081310343598

Sehat Ala Herbal

Terapi Kanker dari Alam
Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, temu mangga, kunyit, dan mahkota dewa. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan berbahan dasar kimia.
Terapi yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi, dan kombinasi. Pada umumnya, terapi-terapi tersebut memiliki efek samping yang membuat para penderita merasa tidak nyaman dan malah mengeluhkan mual, rasa terbakar, saraf perasa tak berfungsi untuk sementara, pencernaan terganggu, dan rambut rontok. Penelitian terhadap terapi pengobatan tumor dan kanker juga dilakukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah vaksin untuk mengendalikan sel-sel kanker yang ditemukan oleh pakar kedokteran di Kuba.
Penelitian juga dilakukan pada berbagai tanaman yang diduga memiliki khasiat obat. Di beberapa negara dan daerah, ada beberapa jenis tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker. Contohnya temu putih dan keladi tikus yang banyak digunakan dalam ramuan antikanker oleh para terapis tradisional dan terapis herbal. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno mengemukakan, tanaman berkhasiat obat itu perlu dikembangkan. ''Tanaman obat ini tak mengandung efek samping yang berarti bagi tubuh. Di samping itu, kita memiliki banyak pengalaman dalam menggunakannya secara turun-temurun. Karena itu, perlu peningkatan penelitian terhadap tanaman obat ini,'' katanya.
Antitumor Promoter
Banyak penelitian banyak melaporkan, pemicu tumor dan kanker berasal dari pengaruh dalam maupun luar tubuh. Pengaruh dari dalam tubuh berupa unsur genetika. Sedangkan pengaruh dari luar tubuh adalah lingkungan, seperti makanan, udara, dan faktor tekanan lingkungan.
Karsinogenik atau zat karsinogen merupakan unsur yang dinilai banyak pengaruhnya dalam menciptakan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam tubuh. Unsur yang bersifat racun bagi tubuh ini terdapat pada makanan dan lingkungan (seperti polusi udara).
Untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.
Salah satu antitumor promoter adalah curcumin (rimpang kunyit dan temu-temuan seperti temu putih). Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS, dan Lin JK dari Toxicology College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan antitumor.
Menurut hasil penelitian mereka, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.
Para peneliti itu mengisolasi zat aktif dari ginseng, seperti protopanaxadiol-type saponin (ginsenosides-Rb1, -Rd2, -Re3, ginsenoside-Rg1, dan notoginsenoside R1. Unsur lainnya adalah ocotillol-type saponins seperti majonoside R1 dan majonoside R2. ''Untuk mendapatkan agen kemopreventif kanker (antitumor promoter), kami menapis beberapa ekstrak tanaman dengan menggunakan efek inhibitori dari metode antigen virus Epstein-Barr (EBV-EA). Kandungan terbanyak adalah majonoside R2 yang ternyata paling kuat efeknya,'' begitu laporan tersebut. Kemampuan unsur ini ternyata lebih tinggi dibanding asam glisiretik yang dikenal selama ini sebagai antitumor promoter.
Arsenik
Sementara itu, zat arsenik (As) yang beracun ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kanker darah atau leukemia. Arsenik yang digunakan sebagai pembunuh hama dan sangat mematikan bagi makhluk hidup ini mampu membantu sebanyak 90 persen dari 63 pasien leukemia.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Kedokteran di Teheran, Iran. Mereka menggunakan arsenik trioksida untuk mengobati acute promyeloctytic leukaemia. Namun, menurut Dr David Grimwade dari Guy's, dari King's & St Thomas's School of Medicine, Inggris, terapi ini merupakan kemoterapi tradisional yang sudah lama digunakan sebagai terapi kanker. Yang menarik, Ken Campbell dari Leukaemia Research Fund malah heran karena baru kali ini dia mendapati bahwa arsenik trioksida digunakan untuk terapi leukemia.
Antitumor Promoter di Indonesia
Prof Dr dr Sjamsuridjal Djauzi, direktur utama RS Kanker Dharmais (RSKD) mengatakan, penelitian berbagai terapi untuk kanker terus dilakukan. ''Kami terus mencoba melakukan penelitian terhadap berbagai bahan dan metode untuk terapi kanker. Salah satunya seperti yang dilakukan di Kuba yang kami berminat untuk menerapkannya di sini, seperti lewat vaksin.''
Langkah penelitian lainnya, lanjut Sjamsuridjal, adalah yang dilakukan oleh RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby, Mirna, dan Ade Novi.
Penelitian mereka berupaya menekan tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia ini mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya toksositasnya rendah sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Pengujian potensi sitotoksik beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel line. Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma domestica (kunyit), dan Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa Boerl. (mahkota dewa).
Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai potensi kematian sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi 50, 100, 150, dan 200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih (ZF kapsul) mempunyai potensi kematian sel kanker di bawah 50 persen pada dosis yang sama. Sementara itu, daging buah segar mahkota dewa memiliki potensi kematian sel kanker di atas 50 persen pada konsentrasi 100, 150, dan 200 mikrogram/ml.
Kesimpulan dari penelitian tersebut, jenis-jenis tumbuhan alam ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai pengobatan suportif pada kanker.
( wed )